belajarjawa.com – Dalam Bahasa Jawa, terdapat banyak kata yang memiliki arti hampir sama tetapi digunakan dalam tingkat tutur yang berbeda. Salah satu contoh yang sering ditemui adalah kata bocah, anak, dan putra, yang semuanya merujuk pada seorang anak atau keturunan.
Walaupun maknanya serupa, ketiga kata tersebut digunakan dalam konteks yang berbeda. Perbedaan ini berkaitan dengan tingkat bahasa, situasi percakapan, serta tingkat kesopanan dalam unggah-ungguh basa Jawa.
Memahami perbedaan penggunaan kata bocah, anak, dan putra sangat penting agar penutur dapat menggunakan Bahasa Jawa secara lebih tepat dan sopan dalam berbagai situasi.
Pengertian Kata Bocah
Kata bocah merupakan bentuk bahasa Jawa Ngoko yang berarti anak kecil atau anak-anak. Kata ini digunakan dalam percakapan santai, terutama ketika berbicara dengan teman sebaya atau orang yang sudah akrab.
Biasanya kata bocah digunakan untuk menyebut anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.
Contoh penggunaan kata bocah
Bocah-bocah padha dolanan ing lapangan.
Artinya: Anak-anak bermain di lapangan.
Bocah kuwi pinter banget.
Artinya: Anak itu sangat pintar.
Dalam percakapan sehari-hari yang santai, penggunaan kata bocah sangat umum.
Pahami juga: Perbedaan Kata Sepuh, Tua, dan Yuswa dalam Bahasa Jawa
Pengertian Kata Anak
Kata anak memiliki arti yang sama yaitu keturunan atau anak dari seseorang. Kata ini bersifat lebih umum dan dapat digunakan dalam berbagai situasi.
Dalam Bahasa Jawa, kata anak juga sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, baik dalam bahasa Ngoko maupun campuran dengan bahasa Indonesia.
Contoh penggunaan kata anak
Anake Pak Budi sekolah ing kutha.
Artinya: Anak Pak Budi sekolah di kota.
Dheweke anak nomer loro.
Artinya: Dia adalah anak kedua.
Kata anak tidak selalu menunjukkan tingkat kesopanan tertentu, sehingga penggunaannya cukup fleksibel.
Pengertian Kata Putra
Kata putra merupakan bentuk bahasa yang lebih halus dan biasanya digunakan dalam bahasa Jawa Krama atau dalam konteks yang lebih formal.
Kata ini sering digunakan untuk menyebut anak seseorang dengan cara yang lebih sopan atau terhormat.
Contoh penggunaan kata putra
Piyambakipun gadhah kalih putra.
Artinya: Beliau memiliki dua orang putra.
Putra-putrinipun sampun sami diwasa.
Artinya: Anak-anak beliau sudah dewasa.
Kata putra biasanya digunakan dalam situasi resmi, tulisan formal, atau saat berbicara dengan penuh penghormatan.
Pahami juga: Perbedaan Kata Griya, Omah, dan Dalem dalam Bahasa Jawa Beserta Contoh Penggunaannya
Perbandingan Penggunaan Ketiga Kata
Agar lebih mudah dipahami, berikut perbandingan penggunaan kata bocah, anak, dan putra.
- Bocah → digunakan dalam bahasa Ngoko untuk menyebut anak kecil.
- Anak → kata umum yang dapat digunakan dalam berbagai situasi.
- Putra → digunakan dalam bahasa yang lebih sopan atau formal.
Perbedaan ini menunjukkan bagaimana Bahasa Jawa menyesuaikan pilihan kata sesuai dengan situasi komunikasi.
Contoh Perbandingan Kalimat
Berikut contoh kalimat yang menunjukkan perbedaan penggunaan ketiga kata tersebut.
Bahasa santai
Bocah kuwi lagi dolanan.
Artinya: Anak itu sedang bermain.
Bahasa umum
Anake Pak Guru pinter banget.
Artinya: Anak Pak Guru sangat pintar.
Bahasa lebih sopan
Putranipun Pak Guru pinter sanget.
Artinya: Putra Pak Guru sangat pintar.
Dari contoh tersebut terlihat bahwa pemilihan kata dapat memengaruhi tingkat kesopanan dalam percakapan.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Beberapa kesalahan yang sering dilakukan pembelajar Bahasa Jawa antara lain menggunakan kata bocah dalam situasi formal, mencampur bahasa Ngoko dan Krama dalam satu kalimat, serta menggunakan kata putra dalam percakapan santai sehingga terdengar terlalu kaku.
Contoh kalimat yang kurang tepat
Bocahipun Pak Kepala Sekolah pinter.
Kalimat yang lebih tepat
Putranipun Pak Kepala Sekolah pinter.
Hal ini karena kata putra lebih sesuai digunakan untuk menyebut anak seseorang yang dihormati.
Cara Mudah Mengingat Perbedaannya
Agar lebih mudah mengingat perbedaan kata ini, gunakan aturan berikut.
- Gunakan bocah dalam percakapan santai.
- Gunakan anak dalam percakapan umum.
- Gunakan putra dalam percakapan yang lebih sopan atau formal.
Dengan memahami aturan ini, penggunaan Bahasa Jawa akan terasa lebih tepat.
Pentingnya Memahami Pilihan Kata dalam Bahasa Jawa
Bahasa Jawa memiliki sistem tingkat tutur yang sangat kaya. Setiap kata memiliki fungsi tertentu yang mencerminkan hubungan sosial antara penutur dan lawan bicara.
Dengan memahami perbedaan kata seperti bocah, anak, dan putra, seseorang dapat menggunakan Bahasa Jawa secara lebih tepat serta menunjukkan sikap sopan dalam berkomunikasi.
Kata bocah, anak, dan putra memiliki makna yang hampir sama yaitu anak atau keturunan, tetapi digunakan dalam konteks yang berbeda.
- Bocah digunakan dalam bahasa Ngoko yang bersifat santai.
- Anak digunakan secara umum dalam berbagai situasi.
- Putra digunakan dalam bahasa yang lebih sopan atau formal.
Memahami perbedaan ini membantu seseorang menggunakan Bahasa Jawa dengan lebih tepat sesuai dengan unggah-ungguh basa.
Pahami juga: Perbedaan Kata Maringi, Menehi, dan Nyukani dalam Bahasa Jawa






