belajarjawa.com – Bahasa Jawa memiliki sistem tingkat tutur yang membedakan cara berbicara berdasarkan situasi dan hubungan sosial. Hal ini membuat satu makna dapat memiliki beberapa kosakata yang berbeda. Salah satu contoh yang sering ditemui adalah kata mlaku, lumampah, dan tindak.
Ketiga kata tersebut memiliki arti yang hampir sama, yaitu berjalan atau pergi. Namun, penggunaannya berbeda tergantung pada tingkat kesopanan dalam bahasa Jawa. Memahami perbedaan kata mlaku, lumampah, dan tindak akan membantu penutur menggunakan bahasa Jawa dengan lebih tepat sesuai dengan unggah-ungguh basa.
Pengertian Kata Mlaku
Kata mlaku merupakan bentuk bahasa Jawa Ngoko yang berarti berjalan. Kata ini digunakan dalam percakapan sehari-hari yang bersifat santai, biasanya antara teman sebaya atau kepada orang yang sudah akrab.
Kata mlaku paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari karena sifatnya yang sederhana dan tidak formal.
Contoh penggunaan kata mlaku
Aku mlaku menyang pasar.
Artinya: Saya berjalan ke pasar.
Dheweke mlaku cepet banget.
Artinya: Dia berjalan sangat cepat.
Bocah-bocah padha mlaku menyang sekolah.
Artinya: Anak-anak berjalan menuju sekolah.
Dalam konteks ini, mlaku hanya menjelaskan aktivitas berjalan tanpa menunjukkan tingkat kesopanan tertentu.
Pahami juga: Perbedaan Kata Maringi, Menehi, dan Nyukani dalam Bahasa Jawa
Pengertian Kata Lumampah
Kata lumampah merupakan bentuk bahasa Jawa yang lebih halus dibandingkan mlaku. Kata ini sering digunakan dalam bahasa Jawa Krama Madya atau dalam situasi yang membutuhkan kesopanan tetapi tidak terlalu formal.
Kata lumampah biasanya digunakan ketika berbicara dengan orang yang dihormati atau dalam situasi yang lebih sopan.
Contoh penggunaan kata lumampah
Bapak lumampah alon-alon menyang masjid.
Artinya: Ayah berjalan perlahan menuju masjid.
Para tamu lumampah mlebet aula.
Artinya: Para tamu berjalan memasuki aula.
Panitia lumampah menyang panggung.
Artinya: Panitia berjalan menuju panggung.
Penggunaan kata lumampah membuat kalimat terdengar lebih halus dibandingkan mlaku.
Pengertian Kata Tindak
Kata tindak merupakan bentuk bahasa Jawa Krama yang paling sopan untuk menyatakan kegiatan berjalan atau pergi. Kata ini biasanya digunakan ketika berbicara kepada atau tentang orang yang sangat dihormati.
Kata tindak sering dipakai dalam percakapan resmi, pidato, atau komunikasi formal.
Contoh penggunaan kata tindak
Bapak Kepala Sekolah tindak dhateng kantor.
Artinya: Kepala sekolah pergi ke kantor.
Piyambakipun tindak dhateng Jakarta.
Artinya: Beliau pergi ke Jakarta.
Para tamu dipun aturi tindak dhateng ruang rapat.
Artinya: Para tamu dipersilakan menuju ruang rapat.
Kata tindak menunjukkan bentuk penghormatan yang tinggi kepada orang yang dibicarakan.
Perbandingan Penggunaan Ketiga Kata
Agar lebih mudah memahami perbedaannya, berikut ringkasan penggunaan kata mlaku, lumampah, dan tindak.
- Mlaku → digunakan dalam bahasa Ngoko yang santai.
- Lumampah → digunakan dalam bahasa yang lebih sopan atau Krama Madya.
- Tindak → digunakan dalam bahasa Krama yang paling sopan.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa bahasa Jawa sangat memperhatikan hubungan sosial dalam percakapan.
Pahami juga: Perbedaan Kata Bocah, Anak, dan Putra dalam Bahasa Jawa Beserta Contoh Penggunaannya
Contoh Perbandingan Kalimat
Berikut contoh kalimat yang menunjukkan perbedaan penggunaan ketiga kata tersebut.
Bahasa santai
Aku mlaku menyang sekolah.
Artinya: Saya berjalan ke sekolah.
Bahasa sopan
Bapak lumampah menyang pasar.
Artinya: Ayah berjalan menuju pasar.
Bahasa sangat sopan
Bapak Kepala Sekolah tindak dhateng kantor.
Artinya: Kepala sekolah pergi ke kantor.
Dari contoh tersebut terlihat bahwa tingkat kesopanan memengaruhi pilihan kata yang digunakan.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Beberapa pembelajar bahasa Jawa sering menggunakan kata mlaku untuk menyebut orang yang dihormati. Hal ini dapat terdengar kurang sopan.
Contoh kalimat yang kurang tepat
Pak Guru mlaku menyang kantor.
Kalimat yang lebih tepat
Pak Guru tindak dhateng kantor.
Penggunaan kata tindak menunjukkan penghormatan kepada Pak Guru.
Cara Mudah Mengingat Perbedaannya
Untuk mempermudah mengingat perbedaan ketiga kata tersebut, gunakan aturan berikut.
- Gunakan mlaku dalam percakapan santai.
- Gunakan lumampah dalam percakapan yang lebih sopan.
- Gunakan tindak ketika berbicara kepada orang yang sangat dihormati.
Dengan memahami aturan ini, penggunaan bahasa Jawa akan terasa lebih tepat dan alami.
Pentingnya Memahami Tingkat Tutur Bahasa Jawa
Bahasa Jawa dikenal memiliki sistem tingkat tutur yang kompleks. Pemilihan kata yang tepat mencerminkan sikap hormat kepada lawan bicara.
Dengan memahami perbedaan kata seperti mlaku, lumampah, dan tindak, seseorang dapat berkomunikasi dengan lebih sopan serta menjaga nilai budaya dalam penggunaan bahasa Jawa.
Kata mlaku, lumampah, dan tindak memiliki arti yang hampir sama yaitu berjalan atau pergi, tetapi digunakan dalam tingkat bahasa yang berbeda.
- Mlaku digunakan dalam percakapan santai.
- Lumampah digunakan dalam percakapan yang lebih sopan.
- Tindak digunakan dalam bahasa Krama yang paling halus.
Memahami perbedaan ini membantu penutur menggunakan bahasa Jawa dengan lebih tepat sesuai dengan situasi komunikasi.
Pahami juga: Perbedaan Kata Ngomong, Ngendika, dan Dhawuh dalam Bahasa Jawa






