belajarjawa.com – Bahasa Jawa dikenal memiliki sistem tingkat tutur yang sangat khas. Sistem ini membuat penutur harus menyesuaikan pilihan kata berdasarkan situasi, hubungan sosial, serta usia lawan bicara. Karena itu, banyak kata dalam bahasa Jawa memiliki beberapa bentuk yang berbeda sesuai dengan tingkat kesopanan.
Salah satu kata yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari adalah kata “pergi”. Dalam bahasa Jawa, kata ini memiliki beberapa variasi yang digunakan dalam bahasa Ngoko, Krama, dan Krama Inggil.
Memahami perbedaan kata “pergi” dalam bahasa Jawa sangat penting agar seseorang dapat menggunakan bahasa yang tepat sesuai dengan situasi. Artikel ini akan membahas secara lengkap perbedaan kata pergi dalam bahasa Jawa Ngoko dan Krama beserta contoh penggunaannya.
Pengertian Bahasa Jawa Ngoko
Bahasa Jawa Ngoko merupakan tingkat bahasa yang digunakan dalam percakapan santai atau informal. Bahasa ini biasanya digunakan ketika berbicara dengan teman sebaya, saudara dekat, atau orang yang sudah akrab.
Kosakata dalam bahasa Ngoko cenderung lebih sederhana dan langsung.
Contoh kalimat bahasa Ngoko:
Aku lagi sinau
Artinya saya sedang belajar
Kowe wis mangan
Artinya kamu sudah makan
Bahasa Ngoko sering digunakan dalam percakapan sehari-hari di lingkungan keluarga atau teman.
Pelajari juga: Perbedaan Kata Minum dalam Bahasa Jawa Ngoko dan Krama
Pengertian Bahasa Jawa Krama
Bahasa Jawa Krama merupakan tingkat bahasa yang lebih sopan dibandingkan bahasa Ngoko. Bahasa ini digunakan ketika berbicara dengan orang yang lebih tua, guru, tokoh masyarakat, atau dalam situasi formal.
Penggunaan bahasa Krama menunjukkan sikap hormat kepada lawan bicara.
Contoh kalimat bahasa Krama:
Kakang mas badhe sinau
Artinya Kakak (laki-laki) akan belajar
Panjenengan sampun dhahar
Artinya anda sudah makan
Bahasa Krama banyak digunakan dalam percakapan resmi atau ketika berbicara dengan orang yang dihormati.
Kata Pergi dalam Bahasa Jawa Ngoko
Dalam bahasa Jawa Ngoko, kata “pergi” biasanya menggunakan kata “lunga”.
Kata ini digunakan dalam percakapan santai dengan teman atau orang yang sudah akrab.
Contoh penggunaan:
Aku arep lunga
Artinya saya mau pergi
Kowe lunga menyang endi
Artinya kamu pergi ke mana
Aku lunga menyang pasar
Artinya saya pergi ke pasar
Kata “lunga” sangat umum digunakan dalam percakapan sehari-hari di lingkungan keluarga dan teman.
Kata Pergi dalam Bahasa Jawa Krama
Dalam bahasa Jawa Krama, kata “pergi” biasanya menggunakan kata “tindak”.
Kata ini digunakan untuk menunjukkan kesopanan ketika berbicara dengan orang yang lebih tua atau dihormati.
Contoh penggunaan:
Ibu badhe tindak dhateng pasar
Artinya Ibu akan pergi ke pasar
Panjenengan badhe tindak pundi
Artinya anda akan pergi ke mana
Bapak badhe tindak rumiyin
Artinya Bapak akan pergi terlebih dahulu
Penggunaan kata “tindak” menunjukkan sikap hormat kepada lawan bicara.
Kata Pergi dalam Bahasa Jawa Krama Inggil
Selain kata “tindak”, terdapat juga kata “kesah” yang termasuk dalam bahasa Krama Inggil.
Kata ini biasanya digunakan untuk menyebut tindakan pergi yang dilakukan oleh orang yang sangat dihormati.
Contoh penggunaan:
Panjenengan badhe kesah dhateng pundi
Artinya Anda akan pergi ke mana
Bapak sampun kesah dhateng kantor
Artinya bapak sudah pergi ke kantor
Penggunaan kata ini menunjukkan penghormatan yang lebih tinggi dalam percakapan.
Pelajari juga: Perbedaan Kata Makan dalam Bahasa Jawa Ngoko dan Krama
Perbandingan Kata Pergi dalam Bahasa Jawa
Berikut perbandingan kata “pergi” dalam berbagai tingkat bahasa Jawa.
Bahasa Ngoko
lunga
Bahasa Krama
kesah
Bahasa Krama Inggil
tindak
Perbedaan ini menunjukkan bagaimana bahasa Jawa menyesuaikan kosakata dengan tingkat kesopanan dalam komunikasi.
Contoh Kalimat Perbandingan
Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh kalimat dalam berbagai tingkat bahasa.
Bahasa Ngoko
Bapak arep lunga saiki
Saya mau pergi sekarang
Bahasa Krama
mBakyu badhe kesah sakmenika
Kakak (perempuan) akan pergi sekarang
Bahasa Krama Inggil
mBakyu badhe tindak sakmenika
Kakak (perempuan) akan pergi sekarang
Contoh ini menunjukkan bahwa perubahan kosakata dapat memengaruhi tingkat kesopanan dalam percakapan.
Pentingnya Memahami Tingkat Bahasa Jawa
Memahami perbedaan kosakata seperti kata “pergi” sangat penting dalam bahasa Jawa karena berkaitan dengan tata krama dan budaya.
Penggunaan kata yang tidak tepat dapat dianggap kurang sopan, terutama ketika berbicara dengan orang yang lebih tua.
Sebaliknya, penggunaan kata yang tepat dapat mencerminkan sikap hormat dan menjaga hubungan sosial yang baik.
Oleh karena itu, belajar bahasa Jawa tidak hanya tentang memahami kosakata, tetapi juga memahami nilai kesopanan dalam budaya Jawa.
Kata “pergi” dalam bahasa Jawa memiliki beberapa bentuk yang berbeda sesuai dengan tingkat bahasa yang digunakan.
Dalam bahasa Ngoko digunakan kata “lunga”, dalam bahasa Krama digunakan kata “tindak”, sedangkan dalam bahasa Krama Inggil dapat menggunakan kata “kesah”.
Memahami perbedaan ini membantu seseorang menggunakan bahasa Jawa dengan lebih tepat sesuai dengan situasi dan lawan bicara.
Dengan mempelajari tingkat bahasa ini, kita juga ikut menjaga nilai kesopanan yang menjadi bagian penting dari budaya Jawa.






