belajarjawa.com – Tembung katrangan dalam bahasa jawa yaiku tembung sing menehi katrangan utawa informasi tambahan ing ukara, kayata wektu, papan, cara, sebab, lan tujuan.
Dalam bahasa Indonesia, tembung katrangan dikenal sebagai kata keterangan (adverbia).
Tembung ini berfungsi untuk memperjelas makna dalam kalimat agar lebih lengkap dan mudah dipahami.
Fungsi Tembung Katrangan
Beberapa fungsi utama:
- Menjelaskan waktu terjadinya peristiwa
- Menunjukkan tempat kejadian
- Menjelaskan cara suatu tindakan dilakukan
- Memberikan sebab atau alasan
- Menyatakan tujuan
Pentingnya Memahami Tembung Katrangan
Dengan memahami tembung katrangan dalam bahasa jawa, kamu akan:
- Lebih mudah membuat kalimat yang lengkap
- Mampu menjelaskan informasi secara rinci
- Menghindari kesalahpahaman dalam komunikasi
Pelajari juga: Tembung Sifat dalam Bahasa Jawa: Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contoh Lengkap
Ciri-Ciri Tembung Katrangan
Untuk mengenalinya, perhatikan ciri berikut:
- Memberikan informasi tambahan
- Tidak menjadi inti kalimat
- Bisa dipindah posisinya dalam kalimat
- Menjawab pertanyaan seperti: kapan, di mana, bagaimana, mengapa
Contoh:
- saiki (sekarang)
- wingi (kemarin)
- ing kene (di sini)
- kanthi cepet (dengan cepat)
Jenis-Jenis Tembung Katrangan
Katrangan Wektu (Waktu)
Menjelaskan kapan suatu peristiwa terjadi.
Contoh:
- saiki
- wingi
- sesuk
- biyen
Kalimat:
- “Aku teka saiki.”
- “Dheweke lunga wingi.”
Katrangan Papan (Tempat)
Menunjukkan lokasi kejadian.
Contoh:
- ing kene
- ing kono
- ing omah
- ing sekolah
Kalimat:
- “Aku sinau ing omah.”
- “Dheweke manggon ing kene.”
Katrangan Cara
Menjelaskan bagaimana suatu tindakan dilakukan.
Contoh:
- kanthi cepet
- alon-alon
- becik
- temenan
Kalimat:
- “Dheweke mlaku kanthi cepet.”
- “Ngomonga kudu becik.”
Katrangan Sebab
Menjelaskan alasan atau penyebab.
Contoh:
- amarga
- merga
- sebab
Kalimat:
- “Dheweke ora teka amarga lara.”
Katrangan Tujuan
Menjelaskan maksud atau tujuan.
Contoh:
- supaya
- ben
- kanggo
Kalimat:
- “Aku sinau supaya pinter.”
Pelajari juga: Tembung Kriya: Pengertian, Jenis, Ciri-Ciri, dan Contoh Lengkap dalam Bahasa Jawa
Contoh Tembung Katrangan
Berikut beberapa contoh yang sering digunakan:
- saiki
- wingi
- sesuk
- ing kene
- ing kono
- kanthi cepet
- alon-alon
- amarga
- supaya
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
- “Aku sinau saiki.”
- “Dheweke lunga wingi.”
- “Aku maca buku ing omah.”
- “Dheweke mlaku kanthi cepet.”
- “Aku sinau supaya pinter.”
Perbedaan dengan Tembung Lain
| Jenis | Fungsi | Contoh |
|---|---|---|
| Katrangan | Menjelaskan tambahan | saiki |
| Kriya | Tindakan | mangan |
| Sifat | Keadaan | apik |
Tips Memahami
Agar lebih mudah:
- Cari kata yang menjawab kapan, di mana, bagaimana
- Latih membuat kalimat
- Gunakan dalam percakapan sehari-hari
- Bandingkan dengan bahasa Indonesia
Kesalahan Umum
Beberapa kesalahan yang sering terjadi:
- Mengira semua kata tambahan adalah katrangan
- Salah membedakan dengan kata sifat
- Tidak memahami fungsi dalam kalimat
Tembung katrangan dalam bahasa jawa merupakan unsur penting yang berfungsi memberikan informasi tambahan dalam kalimat. Dengan memahami jenis, ciri, dan contoh penggunaannya, kamu dapat menyusun kalimat yang lebih jelas dan lengkap.
Kunci utama adalah memahami fungsi dan sering berlatih menggunakan contoh dalam kehidupan sehari-hari.
Pelajari juga: Jenis Kata dalam Bahasa Jawa: Tembung Aran, Tembung Kriya, dan Tembung Sifat






