gambar ilustrasi saling diam

Arti “Jothakan” Ketika Seseorang Hidup Menyendiri atau Terpisah dari Kelompok

Diposting pada

belajarjawa.com – Kata jothakan merupakan salah satu kosakata Jawa yang sering digunakan untuk menggambarkan hubungan sosial yang sedang tidak harmonis.

Secara umum, jothakan berarti saling diam, tidak bertegur sapa, atau tidak berkomunikasi meskipun sebenarnya memiliki hubungan atau saling mengenal.

Keadaan ini bisa terjadi antara:

  • Saudara
  • Tetangga
  • Teman
  • Rekan kerja
  • Bahkan pasangan suami istri

Pelajari juga: Arti “Wengis” Lebih dari Sekadar Marah

Penyebab Jothakan

Beberapa penyebab yang sering memunculkan jothakan antara lain:

  • Salah paham
  • Perselisihan pendapat
  • Kekecewaan
  • Persaingan
  • Masalah keluarga
  • Persoalan ekonomi

Contoh Penggunaan Jothakan

Dalam penggunaan Jawa sehari-hari, jothakan lebih sering merujuk pada keadaan dua orang atau lebih yang saling diam, tidak bertegur sapa, atau tidak berkomunikasi meskipun sebenarnya saling mengenal. Biasanya terjadi karena konflik, salah paham, rasa kecewa, atau hubungan yang sedang tidak baik.

Dalam keluarga:

  • “Pakdhe lan paklik wis suwe jothakan.”
  • “Sedulur aja nganti jothakan suwe-suwe.”

Dalam lingkungan sosial:

  • “Tangga omah ngarep lan mburi jothakan merga pager.”
  • “Padahal cedhak omahe, nanging jothakan.”

Dalam pekerjaan:

  • “Ana loro pegawai sing jothakan sawise debat.”

Contoh penggunaan yang lebih tepat:

  • “Wis setaun dheweke jothakan karo tanggane.”
  • “Sedulur kuwi jothakan merga masalah warisan.”
  • “Padahal sak kantor, nanging jothakan lan ora tau omongan.”

Dalam konteks ini, jothakan dekat dengan makna:

  • Tidak saling menyapa
  • Tidak bertegur sapa
  • Hubungan renggang
  • Diam-diaman karena masalah tertentu

Bukan sekadar diam sesaat, tetapi biasanya menunjukkan hubungan sosial yang sedang bermasalah.

Pelajari juga: Arti “Tleser” Ketika Tubuh Terasa Lelah dan Kurang Bertenaga

Dampak Jothakan

Jika berlangsung lama, jothakan dapat menyebabkan:

  1. Hubungan semakin renggang.
  2. Komunikasi menjadi sulit.
  3. Kesalahpahaman bertambah besar.
  4. Suasana sosial menjadi tidak nyaman.

Nilai Budaya Jawa di Balik Istilah Jothakan

Budaya Jawa sangat menjunjung:

  • Rukun
  • Guyub
  • Tepa selira
  • Musyawarah

Karena itu, jothakan biasanya dianggap kondisi yang perlu segera diperbaiki melalui dialog dan saling memaafkan.

Dalam Bahasa Jawa, jothakan berarti keadaan ketika dua orang atau lebih saling diam dan tidak bertegur sapa meskipun saling mengenal. Istilah ini sering muncul dalam hubungan keluarga, pertemanan, maupun lingkungan masyarakat. Melalui kata jothakan, budaya Jawa mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi dan kerukunan agar hubungan sosial tetap harmonis.

Pelajari juga: Arti “Nggedabrus” Kebiasaan Bicara Tanpa Dipikir Terlebih Dahulu