gambar ilustrasi orang Terlalu Berani

Arti “Kewanen” Terlalu Berani dan Melampaui Batas Kesopanan

Diposting pada

belajarjawa.com – Apa Itu Kewanen dalam Bahasa Jawa? Kata kewanen merupakan salah satu kosakata Jawa yang sering digunakan sebagai bentuk teguran atau sindiran.

Secara umum, kewanen berarti terlalu berani, kelewat berani, atau menunjukkan keberanian yang dianggap tidak pada tempatnya.

Dalam banyak situasi, kata ini digunakan ketika seseorang bertindak atau berbicara kepada orang lain tanpa mempertimbangkan tata krama, usia, kedudukan, atau norma sosial yang berlaku.

Makna Kewanen dalam Kehidupan Sehari-hari

Terlalu Berani kepada Orang yang Dihormati

Makna yang paling sering muncul adalah keberanian yang diarahkan kepada orang yang seharusnya dihormati.

Contoh:

  • Membantah orang tua.
  • Melawan guru.
  • Menentang atasan dengan cara yang tidak sopan.

Berani Melampaui Batas

Kewanen juga digunakan untuk menggambarkan tindakan yang dianggap melampaui batas kewajaran.

Contoh:

  • “Durung ngerti apa-apa kok wis kewanen menehi kritik.”

Tidak Memperhatikan Tata Krama

Dalam budaya Jawa, keberanian harus disertai unggah-ungguh. Jika tidak, keberanian itu bisa dianggap kewanen.

Pelajari juga: Arti “Rigen” Sosok Pandai Mencari Akal, Cekatan, dan Terampil

Contoh Penggunaan Kata Kewanen

Dalam Keluarga

  • “Aja kewanen karo wong tuwa.”
  • “Bocah saiki akeh sing kewanen.”

Dalam Pendidikan

  • “Murid kuwi kewanen mbantah guru.”
  • “Ora becik yen kewanen marang sing luwih tuwa.”

Dalam Lingkungan Sosial

  • “Kewanen tenan ngomonge.”
  • “Dheweke dianggep kewanen merga tumindake.”

Pelajari juga: Arti “Mbayani” Ketika Kehadiran Seseorang Terasa Menakutkan

Perbedaan Wani dan Kewanen

KataMakna
WaniBerani secara umum
KewanenTerlalu berani atau berani secara berlebihan

Karena itu, wani sering bernilai positif, sedangkan kewanen sering bernilai negatif atau sebagai sindiran.

Nilai Budaya Jawa dalam Kata Kewanen

Budaya Jawa mengajarkan bahwa keberanian harus berjalan bersama:

  • Tata krama
  • Rasa hormat
  • Tepa selira
  • Unggah-ungguh

Ketika keberanian kehilangan unsur-unsur tersebut, masyarakat sering menyebutnya sebagai kewanen.

Kewanen dalam Bahasa Jawa berarti terlalu berani, kelewat berani, atau berani melampaui batas yang dianggap pantas menurut norma sosial dan tata krama.

Kata ini umumnya digunakan sebagai teguran atau sindiran terhadap seseorang yang bertindak terlalu berani kepada orang lain, terutama kepada mereka yang lebih tua atau lebih dihormati. Oleh karena itu, kewanen memiliki nuansa yang berbeda dari kata wani yang biasanya bermakna positif.

Pelajari juga: Arti “Sambikala” Halangan, Rintangan, atau Penghambat