gambar ilustrasi anak membelakangi orang lain

Arti “Mledhing” sikap ngeyel terhadap suatu nasihat

Diposting pada

belajarjawa.com – Dalam penggunaan sehari-hari, mledhing tidak selalu berkaitan dengan kondisi fisik seperti bungkuk karena usia atau beban. Justru kata ini lebih sering menggambarkan sikap atau gestur tubuh saat seseorang menunjukkan ketidaksenangan, penolakan, atau menyanggah nasihat.

Mledhing adalah sikap atau gerakan seseorang, biasanya anak-anak, yang membelakangi orang lain sambil membungkukkan badan dan menonjolkan pantat sebagai bentuk:

  • Membangkang
  • Menyangkal
  • Tidak mau menerima nasihat
  • Mengejek secara halus
  • Menunjukkan ketidakpatuhan

Gerakan ini merupakan ekspresi bahasa tubuh yang menunjukkan penolakan atau perlawanan terhadap perkataan orang lain.

Pelajari juga: Arti “Ngglidik” Nakal, Rese, dan Banyak Tingkah

Contoh Situasi Mledhing

Misalnya seorang ibu menasihati anaknya:

“Aja dolan terus, sinaua dhisik.”

Namun si anak tidak menjawab, lalu membalikkan badan, membungkuk sedikit, dan menonjolkan pantat sebagai tanda tidak suka atau tidak terima. Perilaku seperti itu dapat disebut mledhing.

Makna Sosial Kata Mledhing

Dalam budaya Jawa, tindakan mledhing biasanya dianggap:

  • Kurang sopan
  • Tidak menghormati orang yang lebih tua
  • Bentuk pembangkangan nonverbal
  • Perilaku anak yang sulit dinasihati

Karena itu orang tua kadang menegur:

  • “Aja mledhing nek dikandhani!”
  • “Bocah kok mledhing marang wong tuwa.”

Pelajari juga: Arti “Mblenjani” Berkaitan dengan Ingkar Janji dan Tidak Menepati Kesepakatan

Ciri Khas Mledhing

  • Membelakangi orang yang berbicara.
  • Badan agak membungkuk.
  • Pantat ditonjolkan ke belakang.
  • Dilakukan sebagai ekspresi penolakan atau pembangkangan.
  • Umumnya dilakukan anak-anak atau remaja.

Mledhing dalam Bahasa Jawa adalah sikap membelakangi seseorang sambil membungkukkan badan dan menonjolkan pantat sebagai bentuk penolakan, pembangkangan, atau ketidaksediaan menerima nasihat.

Kata ini lebih menggambarkan perilaku dan bahasa tubuh daripada kondisi fisik seseorang. Karena berkaitan dengan unggah-ungguh dan tata krama, tindakan mledhing umumnya dianggap kurang sopan dalam budaya Jawa.

Pelajari juga: Arti “Ngliyeng” dalam Bahasa Jawa yang Menggambarkan Sikap Sulit Diam dan Selalu Bergerak