gambar ilustrasi orang usil

Arti “Nggrathil” Usil, Suka Mengganggu, dan Banyak Ulah

Diposting pada

belajarjawa.com – Apa Itu Nggrathil dalam Bahasa Jawa? Kata nggrathil digunakan untuk menggambarkan seseorang yang usil, suka mengganggu, suka ikut campur, atau gemar melakukan hal-hal yang membuat orang lain terganggu.

Biasanya kata ini ditujukan kepada anak-anak, tetapi tidak jarang juga digunakan untuk orang dewasa yang perilakunya dianggap terlalu banyak tingkah.

Definisi Arti Nggrathil

Secara umum, nggrathil berarti usil atau suka mengganggu tanpa alasan yang jelas.

Perilaku ini biasanya tidak sampai pada tingkat berbahaya, tetapi cukup membuat orang lain kesal atau terganggu.

Pelajari juga: Arti “Gathuk” Cocok, Sesuai, atau Nyambung Satu Sama Lain

Ciri-Ciri Orang yang Nggrathil

1. Suka Mengganggu Orang yang Sedang Sibuk

Contoh:

  • Mengajak bercanda saat orang lain sedang bekerja.
  • Menyentuh atau memindahkan barang milik orang lain tanpa alasan.

2. Gemar Mencampuri Urusan Orang Lain

Orang yang nggrathil sering ingin ikut tahu atau ikut campur terhadap hal yang sebenarnya bukan urusannya.

3. Banyak Ulah

Selalu ada tingkah yang dilakukan sehingga suasana menjadi ramai atau mengganggu.

Pelajari juga: Arti “Kecelik” Kecewa Karena Harapan Tidak Sesuai Kenyataan

Contoh Penggunaan Kata Nggrathil

Dalam Keluarga

  • “Bocah kuwi nggrathil banget.”
  • “Aja nggrathili adhimu.”

Dalam Pertemanan

  • “Kancaku seneng nggrathili wong.”
  • “Lagi serius malah digrathili.”

Dalam Kehidupan Sehari-hari

  • “Wong kuwi rada nggrathil.”
  • “Aja nggrathil nek wong lagi kerja.”

Perbedaan Nggrathil dan Ngglidik

Menariknya, ada kemiripan nuansa dengan kata ngglidik yang sebelumnya Anda koreksi.

KataMakna
NgglidikNakal, rese, banyak tingkah
NggrathilUsil, suka mengganggu atau mencampuri

Dalam praktiknya kedua kata ini kadang berdekatan, tetapi nggrathil lebih menekankan tindakan mengusili atau mengganggu orang lain, sedangkan ngglidik lebih menggambarkan sifat nakal dan rese secara umum.

Contoh Kalimat

  • “Bocah kuwi ora isa meneng, nggrathil terus.”
  • “Aja nggrathili kucing kuwi.”
  • “Sedina mesti ana wae sing digrathili.”
  • “Nggrathil kuwi gawe wong liya ora nyaman.”

Nggrathil dalam Bahasa Jawa berarti usil, suka mengganggu, suka mencampuri, atau gemar membuat ulah yang mengusik orang lain.

Kata ini biasanya digunakan untuk menggambarkan perilaku yang menjengkelkan tetapi tidak selalu bermaksud jahat. Dalam percakapan sehari-hari, nggrathil sering dipakai untuk menegur anak-anak atau teman yang terlalu banyak usil terhadap orang di sekitarnya.

Dari seluruh koreksi yang Anda berikan sejauh ini, terlihat bahwa banyak kosakata yang saya kira bermakna fisik ternyata dalam praktik tutur Jawa justru lebih sering digunakan untuk menggambarkan karakter, perilaku, atau sikap seseorang. Itu pelajaran penting untuk artikel-artikel berikutnya agar lebih akurat.

Pelajari juga: Arti “Nyrondol” Mengikuti Orang Lain Tanpa Diundang atau Tanpa Tujuan Jelas