belajarjawa.com – Gligak-gligik adalah keadaan seseorang yang tertawa kecil, cekikikan, atau menahan tawa karena merasa lucu, biasanya tidak sampai tertawa terbahak-bahak.
Kata ini menggambarkan ekspresi yang muncul ketika seseorang berusaha menahan rasa geli atau lucu, tetapi senyumnya dan tawa kecilnya tetap keluar.
Ciri-Ciri Gligak-Gligik
- Tersenyum sambil menahan tawa.
- Tertawa kecil atau cekikikan.
- Biasanya karena mendengar sesuatu yang lucu.
- Tidak sampai tertawa keras.
- Sering dilakukan diam-diam atau sambil menutupi mulut.
Pelajari juga: Arti “Nyrondol” Mengikuti Orang Lain Tanpa Diundang atau Tanpa Tujuan Jelas
Contoh Penggunaan
Dalam Percakapan Sehari-hari
- “Kok gligak-gligik dhewe, ana apa?”
(Kok cekikikan sendiri, ada apa?) - “Saka mau mung gligak-gligik nalika ngrungokake crita kuwi.”
(Dari tadi hanya cekikikan saat mendengarkan cerita itu.)
Dalam Lingkungan Sekolah
- “Murid-murid gligak-gligik nalika gurune salah sebut.”
(Murid-murid cekikikan ketika gurunya salah menyebut sesuatu.)
Dalam Pertemanan
- “Wong loro kuwi gligak-gligik terus kaya duwe rahasia.”
(Dua orang itu cekikikan terus seperti punya rahasia.)
Pelajari juga: Arti “Nggrathil” Usil, Suka Mengganggu, dan Banyak Ulah
Nuansa Makna Gligak-Gligik
Dalam Bahasa Indonesia, makna yang paling dekat adalah:
- Cekikikan.
- Tertawa kecil.
- Menahan tawa.
- Senyum-senyum sendiri karena lucu.
Namun gligak-gligik memiliki nuansa khas Jawa yang menggambarkan tawa kecil yang muncul berulang-ulang akibat rasa geli atau lucu yang ditahan.
Contoh Kalimat Lain
- “Aja gligak-gligik wae, critakna sing lucu kuwi.”
- “Bocah-bocah gligak-gligik nalika ndeleng tingkah kancane.”
- “Dheweke gligak-gligik merga ora kuat nahan ngguyu.”
Gligak-gligik dalam Bahasa Jawa berarti tertawa kecil, cekikikan, atau menahan tawa karena merasa lucu. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak tertawa keras, tetapi terus mengeluarkan senyum dan tawa kecil akibat sesuatu yang dianggap menggelikan.
Karena sering muncul dalam interaksi sehari-hari, gligak-gligik menjadi salah satu ungkapan Jawa yang sangat ekspresif dalam menggambarkan suasana hati seseorang.
Pelajari juga: Arti “nJingkrung” tidur meringkuk dengan lutut ditekuk






