belajarjawa.com – Apa Itu Njomplang dalam Bahasa Jawa? Kata njomplang digunakan untuk menggambarkan keadaan ketika terdapat perbedaan yang mencolok antara dua hal atau lebih.
Perbedaan tersebut bisa berupa:
- Kemampuan.
- Kondisi ekonomi.
- Penampilan.
- Ukuran.
- Kualitas.
- Hasil pekerjaan.
Pelajari juga: Arti “Mlithit” Bersih, Rapi, dan Sedap Dipandang
Definisi Arti Njomplang
Secara umum, njomplang berarti tidak seimbang, berbeda terlalu jauh, atau tidak proporsional jika dibandingkan dengan sesuatu yang lain.
Kata ini sering digunakan dalam percakapan sehari-hari maupun dalam pembahasan sosial.
Makna Utama Njomplang
1. Perbedaan yang Terlalu Mencolok
Contoh:
- “Nilaine njomplang banget.”
(Nilainya berbeda sangat jauh.)
2. Ketidakseimbangan
Digunakan ketika dua hal yang seharusnya sebanding ternyata tidak seimbang.
3. Ketidaksesuaian
Kadang digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang terasa tidak cocok jika disandingkan.
Pelajari juga: Arti “Mangkel” Jengkel, Kesal, dan Dongkol karena Perilaku Orang Lain
Contoh Penggunaan Kata Njomplang
Dalam Pendidikan
- “Prestasi loro murid kuwi njomplang.”
- “Nilai matematika lan bahasa njomplang adoh.”
Dalam Kehidupan Sosial
- “Penghasilane njomplang karo tanggane.”
- “Kondisine wis ora njomplang kaya biyen.”
Dalam Penampilan
- “Ukuran sepatune njomplang.”
- “Werna klambine rada njomplang.”
Perbedaan Njomplang dan Beda
| Kata | Makna |
|---|---|
| Beda | Tidak sama |
| Njomplang | Berbeda sangat jauh atau mencolok |
Semua yang njomplang pasti berbeda, tetapi tidak semua perbedaan dapat disebut njomplang.
Contoh Kalimat Tambahan
- “Regane njomplang banget.”
- “Kemampuane loro tim kuwi njomplang.”
- “Asilé ora rata, malah njomplang.”
Nilai Bahasa dalam Kata Njomplang
Kata njomplang menunjukkan bagaimana Bahasa Jawa memiliki istilah khusus untuk menggambarkan perbedaan yang tidak sekadar berbeda, tetapi berbeda secara mencolok dan terasa tidak seimbang.
Njomplang dalam Bahasa Jawa berarti berbeda jauh, tidak seimbang, atau tidak proporsional antara satu hal dengan hal lainnya. Kata ini sering digunakan untuk menggambarkan kesenjangan, ketimpangan, atau perbedaan yang sangat mencolok dalam berbagai aspek kehidupan.
Pelajari juga: Arti “Kemayu” Genit, Centil, dan Suka Menonjolkan Sisi Feminin






