Contoh Tembang Macapat Durma

Contoh Tembang Macapat Durma Lengkap dengan Struktur dan Maknanya

Diposting pada

belajarjawa.com – Tembang macapat Durma dikenal sebagai tembang yang berwatak keras, tegas, dan penuh semangat. Dalam tradisi sastra Jawa, Durma sering digunakan untuk menyampaikan peringatan, kritik, dorongan keberanian, serta ajaran tentang pengendalian hawa nafsu dan amarah.

Nuansanya kuat dan menghentak, berbeda dari tembang yang lembut seperti Kinanthi atau Asmaradana.

Berikut disajikan contoh tembang macapat Durma yang ditulis secara orisinal, disertai penjelasan struktur dan maknanya untuk mendukung pembelajaran bahasa dan sastra Jawa.

Ciri Struktur Tembang Durma

Tembang Durma memiliki pola metrum khas:

  • Jumlah baris satu bait terdiri dari 7 gatra.
  • Guru wilangan: 12, 7, 6, 7, 8, 5, 7 suku kata.
  • Guru lagu (akhiran vokal): a, i, a, a, i, a, i.

Irama Durma terasa tegas dan dinamis, cocok untuk isi yang bersifat peringatan atau seruan.

Contoh Tembang Macapat Durma Orisinal

Aja nuruti nesu kang murka
Yen murub ngrusak ati
Pikir dadi peteng rasa
Tindak banjur cilaka
Wong sabar luwih utama
Nahan dadi mulya
Urip dadi suci

Contoh Tembang Durma Tema Keteguhan Sikap

Kudu kendel ngadhepi godha
Aja gampang mlayu
Yen bener terus nglaku
Sanadyan akeh coba
Ati kudu tetep wening
Teguh ing laku
Menang tanpa nganiaya

Penjelasan Makna Contoh Bait Pertama

Bait pertama berisi peringatan agar manusia tidak menuruti amarah. Kemarahan digambarkan merusak hati dan menggelapkan pikiran, yang akhirnya membawa celaka. Kesabaran ditempatkan sebagai sikap utama yang memuliakan hidup.

Pesan ini selaras dengan watak Durma sebagai tembang pengendalian diri yang keras namun mendidik.

Penjelasan Makna Contoh Bait Kedua

Bait kedua menekankan keberanian menghadapi godaan dan ujian hidup. Kebenaran harus dijalani walaupun banyak tantangan. Keteguhan hati dan kejernihan batin menjadi kunci kemenangan sejati, bukan kekerasan.

Ini menunjukkan bahwa kekuatan dalam Durma bukan sekadar fisik, tetapi moral.

Tema yang Cocok untuk Tembang Durma

Tembang Durma paling tepat digunakan untuk tema:

  1. Peringatan moral
  2. Pengendalian amarah
  3. Keberanian dan keteguhan
  4. Disiplin dan tanggung jawab
  5. Kritik perilaku buruk

Tema tersebut memperkuat karakter Durma yang tegas dan menggugah.

Cara Mengecek Pola Durma pada Contoh

Untuk keperluan latihan:

  1. Pastikan jumlah baris tujuh.
  2. Hitung suku kata mendekati pola 12–7–6–7–8–5–7.
  3. Periksa bunyi akhir baris sesuai vokal pola.
  4. Baca lantang untuk merasakan tekanan irama.

Dalam pembelajaran pemula, sedikit selisih hitungan masih bisa ditoleransi sebagai tahap latihan.

Fungsi Contoh Durma dalam Pembelajaran

Contoh tembang Durma bermanfaat untuk:

  1. Latihan mengenali watak tembang keras
  2. Analisis guru wilangan dan guru lagu
  3. Diskusi nilai pengendalian diri
  4. Media pendidikan karakter tegas
  5. Latihan menulis macapat bertema seruan

Durma efektif untuk materi etika dan disiplin.

Kesalahan Umum Saat Menulis Durma

Kesalahan yang sering terjadi:

  1. Nada isi terlalu lembut
  2. Tema tidak mengandung ketegasan
  3. Jumlah baris tidak tujuh
  4. Akhiran bunyi tidak diperhatikan

Durma harus terasa kuat secara pesan dan irama.

Tips Menyusun Tembang Durma Sendiri

Agar lebih mudah:

  1. Pilih tema peringatan atau seruan
  2. Gunakan kata kerja tegas
  3. Buat kalimat langsung dan padat
  4. Jaga tekanan makna di tiap baris
  5. Uji dengan dibaca keras

Irama harus terasa menghentak, tidak datar.

Contoh tembang macapat Durma menunjukkan bagaimana sastra Jawa memiliki bentuk puisi yang mampu menyampaikan peringatan keras namun bernilai pendidikan.

Dengan struktur yang tegas dan isi yang kuat, Durma menjadi media efektif untuk menanamkan disiplin, keberanian, dan pengendalian diri. Memahami dan berlatih Durma membantu pembelajar menguasai ragam watak dalam tembang macapat secara utuh.