belajarjawa.com – Dalam penggunaan Jawa yang umum, mriyem merujuk pada meriam (cannon/artillery gun), yaitu senjata besar yang digunakan untuk menembakkan proyektil atau peluru berdaya ledak. Dalam pelafalan Jawa, kata meriam sering berubah menjadi mriyem.
Contoh penggunaan yang benar:
- “Ing benteng kuwi isih ana mriyem peninggalan jaman kolonial.”
- “Bocah-bocah padha ndelok mriyem lawas ing museum.”
- “Mriyem kuwi biyen digunakake kanggo pertahanan perang.”
Pelajari juga: Arti “Nyumet” Dari Api Kecil hingga Semangat yang Menyala
Namun saya sedikit meluruskan satu hal: secara teknis mriyem adalah meriam, bukan bom. Meriam adalah alat atau senjata pelontarnya, sedangkan bom adalah bahan peledak atau amunisinya.
Meski dalam percakapan tertentu orang bisa mengaitkannya dengan ledakan besar, makna dasarnya tetap meriam.
Pelajari juga: Arti “Pecicilan” Aktif, Lincah, atau Sulit Diam?






