belajarjawa.com – Kata nglemer merupakan salah satu kosakata Jawa yang masih sering terdengar dalam kehidupan sehari-hari. Istilah ini biasanya digunakan sebagai teguran kepada seseorang yang melakukan pekerjaan dengan terlalu lambat.
Secara umum, nglemer berarti bergerak, bekerja, atau bertindak dengan lamban, tidak cekatan, dan kurang bersemangat.
Ciri-Ciri Orang yang Dianggap Nglemer
Beberapa perilaku yang sering disebut nglemer antara lain:
- Berjalan terlalu pelan
- Menunda pekerjaan
- Tidak segera merespons perintah
- Bekerja tanpa energi
- Terlihat lesu saat melakukan aktivitas
Pelajari juga: Arti “Nglulu” Sikap Terlalu Menuruti yang Bisa Jadi Bumerang
Contoh Penggunaan Nglemer
Dalam keluarga:
- “Aja nglemer, mengko kesiangan.”
- “Nyambut gawe kok nglemer banget.”
Dalam sekolah:
- “Cepetan dikumpulke, aja nglemer.”
Dalam pekerjaan:
- “Tim butuh wong sing cekatan, dudu sing nglemer.”
Pelajari juga: Arti “Nggege Mangsa” Kebiasaan Tidak Sabar yang Sering Merugikan Diri Sendiri
Perbedaan Nglemer dan Malas
Ini yang sering keliru.
| Nglemer | Malas |
|---|---|
| Lambat bekerja | Tidak mau bekerja |
| Masih melakukan tugas | Menghindari tugas |
| Bisa karena capek | Bisa karena tidak ada kemauan |
| Kurang sigap | Tidak ingin bertindak |
Karena itu, orang yang nglemer belum tentu malas.
Dalam Bahasa Jawa, nglemer berarti melakukan sesuatu dengan lambat, kurang sigap, dan tidak bersemangat. Istilah ini sering digunakan sebagai teguran agar seseorang lebih cekatan dan tidak menunda pekerjaan. Meski terdengar sederhana, kata nglemer menggambarkan salah satu karakter yang mudah dikenali dalam kehidupan sehari-hari.
Pelajari juga: Arti “Kecelik” Ketika Kesempatan Lepas di Depan Mata






