belajarjawa.com – Setelah mempelajari kosakata, dialog, serta modul bertahap Bahasa Jawa Krama Inggil, langkah berikutnya adalah melakukan evaluasi. Tes akhir sangat penting untuk mengukur sejauh mana pemahaman tentang unggah-ungguh basa, pemilihan kosakata, serta ketepatan penggunaan dalam konteks sosial.
Artikel ini menyajikan evaluasi lengkap yang bisa digunakan oleh siswa, guru, maupun pembelajar mandiri. Soal disusun bertingkat dari pilihan ganda hingga praktik menyusun kalimat.
Petunjuk Pengerjaan
- Bacalah setiap soal dengan teliti.
- Perhatikan konteks lawan bicara.
- Pilih atau tulis jawaban menggunakan Krama atau Krama Inggil yang tepat.
- Cocokkan jawaban dengan kunci di bagian akhir.
Baca juga: 100 Dialog Bahasa Jawa Krama Inggil untuk Latihan Harian Pemula hingga Menengah
Evaluasi dan Tes Akhir Modul Krama Inggil
Bagian A: Pilihan Ganda
Soal 1
Kalimat yang tepat untuk bertanya kepada kepala sekolah adalah…
A. Kowe wis mangan?
B. Panjenengan sampun dhahar?
C. Sampeyan wis mangan?
D. Aku wis mangan?
Soal 2
Kata “tindak” digunakan untuk…
A. Diri sendiri
B. Teman sebaya
C. Orang yang dihormati
D. Anak kecil
Soal 3
Perubahan yang benar dari Ngoko ke Krama Inggil adalah…
Mangan → …
A. Nedha
B. Dhahar
C. Tindak
D. Rawuh
Soal 4
Kalimat berikut termasuk tingkat tutur apa?
“Kula badhe kesah dhateng griya.”
A. Ngoko
B. Krama
C. Krama Inggil
D. Campuran
Soal 5
Penggunaan yang salah adalah…
A. Panjenengan sampun rawuh
B. Kula sampun dhahar
C. Bapak sampun tindak
D. Ibu sampun tilem
Bagian B: Isian Singkat
Isilah titik-titik berikut dengan jawaban yang tepat.
Soal 6
Panjenengan sampun … ? (datang)
Soal 7
Kula nyuwun … (maaf)
Soal 8
Bapak badhe … dhateng kantor. (pergi)
Soal 9
Kula badhe … rumiyin. (pergi – untuk diri sendiri)
Soal 10
Panjenengan sampun … pengumuman menika? (melihat)
Bagian C: Ubah Kalimat ke Krama Inggil
Soal 11
“Kowe arep lunga menyang omah?”
Soal 12
“Bapak wis mangan?”
Soal 13
“Guru teka saka kantor.”
Soal 14
“Aku nyuwun ngapura.”
Soal 15
“Kowe wis turu?”
Bagian D: Soal Uraian Praktik
Soal 16
Buatlah satu kalimat menyapa guru dengan sopan.
Soal 17
Buatlah satu kalimat meminta izin kepada orang tua.
Soal 18
Buatlah satu kalimat sambutan pembuka singkat dalam acara resmi.
Soal 19
Jelaskan perbedaan penggunaan kesah dan tindak.
Soal 20
Mengapa Krama Inggil tidak digunakan untuk meninggikan diri sendiri?
Baca juga: Modul Belajar Bahasa Jawa Krama Inggil untuk Pemula Secara Bertahap
Kunci Jawaban dan Pembahasan
Jawaban Bagian A
- B
- C
- B
- B
- B
Pembahasan Soal 5: Kula sampun dhahar kurang tepat karena dhahar digunakan untuk orang yang dihormati, bukan untuk diri sendiri.
Jawaban Bagian B
- rawuh
- pangapunten
- tindak
- kesah
- mirsani
Jawaban Bagian C
- Panjenengan badhe tindak dhateng griya?
- Bapak sampun dhahar?
- Guru sampun rawuh saking kantor.
- Kula nyuwun pangapunten.
- Panjenengan sampun tilem?
Contoh Jawaban Bagian D
- Sugeng enjing, Pak Guru, mugi Panjenengan tansah pinaringan kasarasan.
- Kula nyuwun ijin badhe kesah rumiyin.
- Ingkang kinurmatan para tamu undangan, kula ngaturaken panuwun awit rawuhipun panjenengan sedaya.
- Kesah digunakan untuk diri sendiri dalam Krama, sedangkan tindak digunakan untuk menghormati orang lain.
- Karena prinsip unggah-ungguh basa mengajarkan untuk meninggikan lawan bicara dan merendahkan diri sendiri secara santun.
Skor Penilaian
- 18–20 benar: Sangat Baik (Menguasai Krama Inggil)
- 14–17 benar: Baik (Perlu latihan tambahan)
- 10–13 benar: Cukup (Perlu penguatan kosakata)
- <10 benar: Perlu belajar ulang modul dasar
Tes akhir modul Krama Inggil ini dapat digunakan sebagai alat evaluasi mandiri maupun latihan di kelas. Dengan latihan dan evaluasi berkala, pemahaman tentang unggah-ungguh basa akan semakin matang dan tepat konteks.
Belajar Bahasa Jawa Krama Inggil bukan hanya soal hafalan kosakata, tetapi juga memahami nilai sopan santun dan budaya yang menyertainya.
Baca artikel berikutnya: Cara Cepat Menghafal Kosakata Krama Inggil Tanpa Terasa Sulit






