Ningali, Mirsani, dan nDelok

Perbedaan Kata Ningali, Mirsani, dan nDelok dalam Bahasa Jawa Beserta Contoh Penggunaannya

Diposting pada

belajarjawa.com – Dalam Bahasa Jawa, banyak kata yang memiliki arti serupa tetapi digunakan pada tingkat tutur yang berbeda. Salah satu contoh yang sering menimbulkan kebingungan adalah penggunaan kata ningali, mirsani, dan delok, yang secara umum berarti melihat.

Ketiga kata tersebut memiliki fungsi yang sama, tetapi digunakan dalam konteks dan tingkat kesopanan yang berbeda. Oleh karena itu, memahami perbedaan kata ini penting agar penggunaan Bahasa Jawa tetap sesuai dengan unggah-ungguh basa atau tata krama berbahasa.

Artikel ini membahas secara lengkap perbedaan kata ningali, mirsani, dan delok, termasuk tingkat bahasa serta contoh penggunaannya dalam percakapan sehari-hari.

Pengertian Kata Delok

Kata delok merupakan bentuk bahasa Jawa Ngoko yang berarti melihat. Kata ini digunakan dalam percakapan santai, terutama saat berbicara dengan teman sebaya atau orang yang lebih muda.

Karena termasuk bahasa Ngoko, kata delok tidak digunakan dalam situasi formal atau saat berbicara dengan orang yang dihormati.

Contoh penggunaan kata delok

Aku delok film wingi bengi.
Artinya: Saya menonton film tadi malam.

Kowe delok apa?
Artinya: Kamu melihat apa?

Dalam percakapan sehari-hari yang santai, penggunaan kata delok sangat umum.

Pelajari juga: Perbedaan Kata Nyuwun, Njaluk, dan Nyuwun Pangapunten dalam Bahasa Jawa Beserta Contoh Penggunaannya

Pengertian Kata Ningali

Kata ningali merupakan bentuk bahasa Jawa Krama yang juga berarti melihat. Kata ini digunakan dalam percakapan yang lebih sopan dibandingkan delok.

Biasanya kata ningali digunakan saat berbicara dengan orang yang lebih tua atau dalam situasi yang lebih formal.

Contoh penggunaan kata ningali

Kula badhe ningali buku menika.
Artinya: Saya akan melihat buku ini.

Sampeyan sampun ningali pengumuman menika?
Artinya: Anda sudah melihat pengumuman itu?

Penggunaan kata ningali membuat percakapan terdengar lebih sopan.

Pengertian Kata Mirsani

Kata mirsani merupakan bentuk bahasa Jawa Krama Inggil yang berarti melihat atau menyaksikan. Kata ini digunakan untuk menghormati orang yang lebih tua atau orang yang memiliki kedudukan tinggi.

Biasanya kata mirsani digunakan ketika menyebut tindakan seseorang yang dihormati.

Contoh penggunaan kata mirsani

Panjenengan sampun mirsani acara menika?
Artinya: Anda sudah menyaksikan acara tersebut?

Bapak badhe mirsani pertandingan sepak bola.
Artinya: Bapak akan menonton pertandingan sepak bola.

Dalam kalimat tersebut, kata mirsani digunakan untuk menunjukkan penghormatan kepada orang yang dibicarakan.

Perbandingan Tingkatan Kata Melihat

Untuk memudahkan pemahaman, berikut perbandingan ketiga kata tersebut.

Ngoko: delok
Krama: ningali
Krama Inggil: mirsani

Perbedaan ini menunjukkan bagaimana Bahasa Jawa menyesuaikan pilihan kata berdasarkan tingkat kesopanan.

Contoh Perbandingan Kalimat

Berikut contoh kalimat dengan makna yang sama tetapi menggunakan tingkat bahasa yang berbeda.

Bahasa Ngoko

Aku delok televisi saben wengi.
Artinya: Saya menonton televisi setiap malam.

Bahasa Krama

Kula ningali televisi saben wengi.
Artinya: Saya menonton televisi setiap malam.

Bahasa Krama Inggil

Bapak mirsani televisi saben wengi.
Artinya: Bapak menonton televisi setiap malam.

Perbedaan ini terlihat pada kata kerja yang digunakan sesuai dengan tingkat bahasa.

Pelajari juga: Perbedaan Kata Tindak, Kesah, dan Lunga dalam Bahasa Jawa Beserta Contoh Penggunaannya

Kesalahan yang Sering Terjadi

Beberapa kesalahan yang sering dilakukan pembelajar Bahasa Jawa antara lain:

  • Menggunakan kata delok saat berbicara dengan orang tua atau guru.
  • Menggunakan kata mirsani untuk diri sendiri.
  • Mencampur bahasa Ngoko dan Krama dalam satu kalimat.

Contoh kalimat yang kurang tepat:

  • Kula mirsani televisi.
  • Kalimat yang lebih tepat:
  • Kula ningali televisi.

Karena kata mirsani digunakan untuk menghormati orang lain, bukan untuk diri sendiri.

Cara Mudah Mengingat Perbedaannya

Agar lebih mudah mengingat perbedaan kata ini, gunakan aturan sederhana berikut.

  • Gunakan delok dalam percakapan santai.
  • Gunakan ningali dalam percakapan sopan.
  • Gunakan mirsani untuk menghormati orang lain.

Dengan memahami aturan ini, penggunaan Bahasa Jawa akan terasa lebih natural.

Pentingnya Memahami Pilihan Kata dalam Bahasa Jawa

Bahasa Jawa sangat memperhatikan hubungan sosial antara penutur dan lawan bicara. Oleh karena itu, pemilihan kata yang tepat menjadi bagian penting dalam komunikasi.

Dengan menggunakan kata yang sesuai, seseorang tidak hanya menunjukkan kemampuan berbahasa, tetapi juga menghargai budaya dan tata krama masyarakat Jawa.

Kata delok, ningali, dan mirsani memiliki arti yang sama yaitu melihat, tetapi digunakan dalam tingkat bahasa yang berbeda.

  • Delok digunakan dalam bahasa Ngoko yang bersifat santai.
  • Ningali digunakan dalam bahasa Krama yang lebih sopan.
  • Mirsani digunakan dalam bahasa Krama Inggil untuk menghormati orang lain.

Memahami perbedaan ini membantu seseorang menggunakan Bahasa Jawa secara lebih tepat dan santun dalam berbagai situasi.

Pelajari juga: Perbedaan Kata Ngendika, Ngomong, dan Dhawuh dalam Bahasa Jawa Beserta Contoh Penggunaannya