belajarjawa.com – Tembung rangkep dalam bahasa jawa yaiku tembung sing diulang (dirangkep) kanggo menehi makna tambahan utawa penegasan.
Dalam bahasa Indonesia, tembung rangkep dikenal sebagai kata ulang (reduplikasi).
Pengulangan ini bisa penuh, sebagian, atau mengalami perubahan bunyi.
Fungsi Tembung Rangkep
- Menunjukkan jamak (banyak)
- Memberi penegasan
- Menunjukkan variasi
- Menyatakan kegiatan berulang
Pentingnya Memahami Tembung Rangkep
Dengan memahami tembung rangkep dalam bahasa jawa, kamu akan:
- Lebih mudah memahami teks
- Bisa membuat kalimat lebih alami
- Menghindari kesalahan penggunaan kata
Pelajari juga: Tembung Wilangan dalam Bahasa Jawa: Pengertian, Jenis, dan Contoh
Ciri-Ciri Tembung Rangkep
- Terjadi pengulangan kata
- Bisa berupa pengulangan penuh atau sebagian
- Kadang mengalami perubahan bunyi
- Memiliki makna tambahan
Contoh:
- bocah-bocah
- omah-omah
- tetanduran
Jenis-Jenis Tembung Rangkep
Dwilingga (Pengulangan Penuh)
Pengulangan seluruh kata dasar.
Contoh:
- bocah-bocah
- omah-omah
- buku-buku
Kalimat:
- “Bocah-bocah padha dolanan.”
Dwipurwa (Pengulangan Sebagian)
Pengulangan hanya sebagian dari kata.
Contoh:
- tetanduran (dari tanduran)
- lelaku (dari laku)
Kalimat:
- “Tetanduran iku ijo kabeh.”
Pelajari juga: Tembung Panyambung (Kata Sambung) dalam Bahasa Jawa, Pengertian, Jenis, dan Contoh
Dwiwasana (Perubahan Bunyi)
Pengulangan dengan perubahan bunyi.
Contoh:
- bolak-balik
- sayur-mayur
Kalimat:
- “Dheweke bolak-balik menyang pasar.”
Tembung Rangkep Berimbuhan
Tembung rangkep yang mendapat imbuhan.
Contoh:
- sesrawungan
- kekancan
Kalimat:
- “Dheweke seneng sesrawungan.”
Contoh Tembung Rangkep
Berikut contoh yang sering digunakan:
- bocah-bocah
- omah-omah
- tetanduran
- lelaku
- bolak-balik
- sayur-mayur
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
- “Bocah-bocah padha dolanan.”
- “Tetanduran iku subur.”
- “Dheweke bolak-balik menyang omah.”
- “Aku tuku sayur-mayur.”
- “Lelaku kuwi penting.”
Perbedaan dengan Tembung Camboran
| Jenis | Ciri | Contoh |
|---|---|---|
| Rangkep | Pengulangan | bocah-bocah |
| Camboran | Gabungan | omah gedhe |
Tips Memahami
- Perhatikan apakah kata diulang
- Lihat apakah ada perubahan bunyi
- Latih dalam kalimat
- Bandingkan dengan bahasa Indonesia
Kesalahan Umum
- Mengira semua kata ulang sama
- Salah membedakan rangkep dan camboran
- Tidak memahami makna tambahan
Tembung rangkep dalam bahasa jawa adalah kata yang mengalami pengulangan untuk memberikan makna tambahan. Dengan memahami jenis dan penggunaannya, kamu dapat menggunakan bahasa Jawa dengan lebih tepat dan alami.
Kunci utama adalah memahami bentuk pengulangan dan sering berlatih.
Pelajari juga: Tembung Camboran dalam Bahasa Jawa: Pengertian, Jenis, Ciri, dan Contoh






