belajarjawa.com – Bahasa Jawa memiliki sistem tingkat tutur yang mencerminkan kesopanan dan penghormatan dalam komunikasi. Salah satu tingkat tutur yang paling halus adalah Krama Inggil.
Kosakata Krama Inggil digunakan untuk menghormati lawan bicara, terutama orang yang lebih tua, guru, tokoh masyarakat, atau tamu kehormatan.
Menguasai kosakata Krama Inggil sangat penting agar percakapan terdengar santun dan sesuai dengan unggah-ungguh basa Jawa. Artikel ini menyajikan daftar kosakata Krama Inggil yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, disusun berdasarkan tema agar lebih mudah dipelajari.
Kosakata Krama Inggil untuk Kata Kerja
Berikut beberapa kata kerja yang sering muncul dalam percakapan.
- Mangan → Dhahar
- Lunga → Tindak
- Teka → Rawuh
- Ngomong → Ngendika
- Delok → Mirsani
- Njaluk → Nyuwun
- Menehi → Maringi
- Nggawa → Mbeta
- Turu → Tilem
- Lenggah → Lenggah
Kosakata ini sering digunakan saat berbicara dengan orang yang dihormati.
Pelajari juga: Bank Soal Bahasa Jawa Krama Inggil Tingkat SD hingga SMA Lengkap dengan Kisi-Kisi
Kosakata Krama Inggil untuk Aktivitas Sehari-hari
- Adus → Siram
- Mlaku → Tindak
- Tuku → Tumbas
- Adol → Sade
- Nampa → Tampi
- Ngirim → Kirim
- Maca → Maos
- Nulis → Serat
- Sinau → Sinau
- Nyuwun tulung → Nyuwun pitulungan
Kosakata ini sering digunakan dalam percakapan formal atau sopan.
Kosakata Krama Inggil untuk Anggota Tubuh
- Sirah → Mustaka
- Mripat → Paningal
- Kuping → Talinga
- Irung → Grana
- Cangkem → Tutuk
- Tangan → Asta
- Sikil → Suku
- Untu → Waja
- Rambut → Rikma
- Weteng → Padharan
Kosakata ini biasanya digunakan ketika menyebut bagian tubuh orang yang dihormati.
Kosakata Krama Inggil untuk Hubungan Keluarga
- Bapak → Rama
- Ibu → Ibu
- Kakek → Eyang Kakung
- Nenek → Eyang Putri
- Anak → Putra / Putri
- Saudara → Sedherek
- Paman → Pakdhe / Paklik
- Bibi → Budhe / Bulik
Penggunaan kosakata ini menunjukkan penghormatan dalam keluarga.
Kosakata Krama Inggil untuk Kata Ganti Orang
- Aku → Kula
- Kamu → Panjenengan
- Dia → Piyambakipun
- Kita → Kita sedaya
- Mereka → Piyambakipun sedaya
Kata ganti ini sering muncul dalam percakapan formal.
Kosakata Krama Inggil untuk Kata Sifat
- Apik → Sae
- Ala → Awon
- Gedhe → Ageng
- Cilik → Alit
- Akeh → Kathah
- Sithik → Sakedhik
- Cepet → Enggal
- Alon → Alon
Kata sifat ini digunakan untuk menjelaskan keadaan dengan bahasa yang lebih halus.
Kosakata Krama Inggil untuk Waktu dan Keadaan
- Saiki → Sakmenika
- Mengko → Mangke
- Sesuk → Mbenjang
- Wingi → Kala wingi
- Sakdurunge → Rumiyin
- Bareng → Bebarengan
Kosakata ini membantu menyusun kalimat yang sopan dan runtut.
Kosakata Krama Inggil dalam Percakapan Umum
- Sugeng → Selamat
- Matur nuwun → Terima kasih
- Nyuwun pangapunten → Mohon maaf
- Sumangga → Silakan
- Inggih → Ya
- Mboten → Tidak
- Mangga → Silakan
- Kula nyuwun pirsa → Saya ingin bertanya
Ungkapan ini sangat sering digunakan dalam komunikasi sehari-hari.
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa contoh kalimat.
- Panjenengan sampun dhahar?
- Bapak sampun rawuh saking kantor.
- Kula nyuwun pangapunten menawi wonten lepat.
- Panjenengan badhe tindak pundi?
- Matur nuwun sanget dhumateng panjenengan.
Kalimat-kalimat ini menunjukkan penggunaan Krama Inggil yang tepat dalam percakapan.
Cara Efektif Menghafal 200 Kosakata Krama Inggil
Agar kosakata lebih mudah diingat, gunakan metode berikut:
1. Belajar Berdasarkan Tema
Pisahkan kosakata menjadi kelompok seperti keluarga, aktivitas, atau pekerjaan.
2. Gunakan dalam Kalimat
Setiap kosakata sebaiknya langsung digunakan dalam kalimat sederhana.
3. Latihan Dialog
Gunakan kosakata dalam percakapan dengan teman atau keluarga.
4. Ulangi Secara Konsisten
Latihan sedikit tetapi rutin akan lebih efektif daripada menghafal banyak sekaligus.
Pelajari juga: Teknik Menguasai Percakapan Krama Inggil dalam 30 Hari Secara Terstruktur
Pentingnya Menguasai Kosakata Krama Inggil
Menguasai kosakata Krama Inggil tidak hanya membantu komunikasi yang lebih sopan, tetapi juga menjaga nilai budaya Jawa yang menjunjung tinggi tata krama.
Dalam berbagai situasi seperti sekolah, acara adat, rapat desa, atau komunikasi dengan orang tua, penggunaan bahasa yang santun sangat dihargai.
Kosakata Krama Inggil merupakan bagian penting dalam pembelajaran Bahasa Jawa. Dengan memahami dan mempraktikkan kosakata ini secara bertahap, kemampuan berbahasa akan semakin baik dan sesuai dengan unggah-ungguh basa Jawa.
Pembelajaran yang konsisten akan membuat penggunaan Krama Inggil terasa lebih natural dalam percakapan sehari-hari.






